Senin, 15 Desember 2014

Tugas Arsitektur Lingkungan
Tugas VI

Konstruksi Bangunan Berkelanjutan (Ramah Lingkungan)

Konstruksi berwawasan lingkungan (green construction) menurut Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak adalah konstruksi yang dapat mengurangi biaya-biaya yang disebabkan bencana yang ditimbulkan karena kerusakan alam. Contohnya saat membangun jalan terkadang membelah aliran sungai agar tidak putus maka harus dibuatkan saluran gorong-gorong yang memadai agar saat hujan tidak meluap ke jalan.Kemudian dalam membangun jalan menggunakan bahan-bahan yang dapat diperbarui (renewable), bobotnya lebih ringan dan kuat untuk menghemat biaya angkut, serta yang panti harus dapat didaur ulang. Sementara dari segi lingkungan setidaknya untuk jalan karena merupakan fasilitas umum harus menyediakan 30 persen sebagai ruang terbuka hijau yang ditempatkan disisi kanan dan kiri jalan, jelasnya.

Standar ramah lingkungan ini jika ditransformasikan ke dalam ukuran maupun sistem baku meliputi beberapa aspek detil lainnya seperti resource consumption and energy balance system, life cycle analysis, eco-efficiency standard, eco-scarcity and eco-toxicology dan sebagainya. Konferensi internasional bangunan berkelanjutan itu sendiri diselenggarakan tiap 3 tahun sekali, dengan diselingi beberapa pertemuan sejenis di tingkat regional. Tak kurang dari 2000 orang hadir untuk mempresentasikan beberapa hasil riset atau temuan mereka di ajang ini.

Dalam Kongres Copenhagen 2009, UIA (Union International des Architect) yang merupakan organisasi asosiasi arsitek non-profit yang mewakili lebih dari satu juta arsitek di 124 negara, telah menyampaikan bahwa betapa bangunan dan industri konstruksi sangat berdampak terhadap pemanasan dan perubahan iklim saat ini, tentunya bukan berarti harus berhenti namun dengan melakukan pendekatan yang “berkelanjutan” misalnya dengan “Sistem Lingkungan Binaan”. Karena UIA berkomitmen untuk untuk mengurangi dampak dan efek yang semakin parah dengan “Sustainable by Design Strategy” yang akan diadopsi lebih banyak pada Kongres di Tokyo, Jepang 2011.

Konsep Strategi Desain Berkelanjutan UIA dapat dijabarkan kedalam 9 point;

Dimulai dengan tahap awal pekerjaan proyek yang melibatkan seluruh pihak : klien, desainer, insinyur, pemerintah, kontraktor, pemilik, pengguna, dan komunitas;
Analisa dan Manajemen seluruhnya dari Daur Hidup Bangunan, yaitu mengintegrasikan semua aspek dalam konstruksi dan penggunaan dimasa depan;
Optimalisasi desain yang efisien, energi terbarukan, teknologi modern dan ramah lingkungan harus menjadi satu kesatuan;
Kesadaran bahwa proyek arsitektur dan konstruksi tersebut merupakan sistem interaktif yang kompleks dan terkait pada lingkungan sekitar yang lebih luas yang bisa mencakup warisan sejarah, kebudayaan, dan sosial masyarakat;
Penerapan “material bangunan yang sehat”, yaitu untuk menciptakan bangunan yang sehat, tata guna lahan yang seimbang, kesan estetik dan inspiratif, serta memberikan keyakinan ke masyarakat;
Upaya untuk mengurangi “carbon imprint”, mengurangi penggunaan material berbahaya yang berdampak terhadap aktivitas pengguna;
Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, kesetaraan baik lokal maupun global, memajukan kesejahteraan ekonomi, serta menyediakan kesempatan-kesempatan untuk kegiatan bersama masyarakat;
Populasi urban tergantung pada sistem desa-kota yang terintergrasi, saling terkait untuk keberlangsungan hidup seperti fasilitas publik (air, udara, rumah, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dll;
Mendukung pernyataan UNESCO mengenai keberagaman budaya umat manusia sebagai sumber pertukaran, penemuan, kreativitas yang sangat diperlukan oleh manusia.

Selanjutnya, konsep-konsep di atas dapat diterjemahkan bahwa pendekatan “Sustainable Architecture” perlu diterapkan secara menyeluruh dengan melihat seluruh daur hidup dari bangunan tersebut. Dan penerapannya harus secara komprehensif dari maerial, dan penghijauan lingkungan. (Dari berbagai sumber oleh: Iden Wildensyah)
Tugas Arsitektur Lingkungan
Tugas v

ARSITEKTUR BIOLOGIS

Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.

Ada dua arus yang mempengaruhi kehidupan manusia: teknik dan alam. Teknik merupakan alat bantu yang dengan cepat dapat diterapkan kalau proses biologis dirasakan terlalu lamban. Berkat teknik itu, kehidupan manusia abad industri kini lebih sejahtera dibanding abad-abad sebelumnya. Akan tetapi, penerapan teknik dapat menimbulkan akibat-akibat sampingan, baik biologis, psikologis, maupun ekologis. Teknik dapat menimbulkan pencemaran dan perusakan peredaran kehidupan, perampasan sumber-sumber alam, yang pada akhirnya mampu membahayakan kehidupan. Arsitektur dan Lingkungan, menyadarkan kita akan perlunya merubah haluan, berpikir secara baru. Arsitektur dan pembangunan perumahan haruslah menuju keselarasan hubungan manusia, alam, dan lingkungan hidupnya. atau Arsitektur dan pembangunan perumahan haruslah menuju ke keselarasan hubungan manusia, alam dan lingkungan hidupnya. Gaya arsitektur seperti apa itu?

Arsitektur Biologis, Penghubung Manusia dengan Lingkungan Hidup

Pada abad ke-8, para seniman bangsa Indonesia telah mencoba memvisualkan mitologi tentang kalpataru dalam bentuk relief di Candi Mendut. Dalam mitologinya, kalpataru disebutkan sebagai pohon kehidupan atau pohon hayati. Siapapun yang memakan buah pohon kalpataru, maka dia akan bisa hidup abadi. Dari mitologi inilah kemudian pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup pada 1982 menggali makna kalpataru dan merekontekstualisasinya sebagai pesan untuk pelestarian lingkungan hidup. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) kemudian memperoleh ide untuk logo organisasinya dari relief kalpataru di Candi Mendut. Terkait dengan pelestarian lingkungan, para tokoh intelektual Bali juga telah merumuskan konsep Tri Hita Karana yang bermakna universal. Secara filosofi, Tri Hita Karana menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesamanya, manusia dengan mahluk lain dan alam lingkungannya.
MENJELANG akhir abad ke-20, para ahli dan peneliti lingkungan menemukan adanya "lubang" pada lapisan ozon di antariksa kutub selatan, kutub utara, dan pengikisan lapisan ozon di atmosfir Eropa timur, sebagian penduduk di bumi pun mulai cemas terhadap akan terjadinya pemanasan global.
Menghadapi masalah ini, para desainer di seluruh dunia yang terhimpun dalam berbagai organisasi profesi sesuai dengan wilayahnya, kemudian membuat kesepakatan dalam mendesain harus memperhatikan ketentuan yang disebut "Green Code of Engineers". Maksud kesepakatan ini adalah agar para desainer dalam membuat desain selalu memperhatikan lingkungan hidup dan pemeliharaan alam. Dalam mewujudkan desainnya, mereka diharapkan menggunakan bahan-bahan imitasi atau yang bisa didaur ulang, demi keselamatan alam dan hutan tropis.
Karena itu, Himpunan Desainer Interior Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Masyarakat Desain Wilayah Asia Pasifik (APSDA) juga wajib menjaga keselamatan alam dan hutan tropis Indonesia. Agar tidak terlalu banyak mengganggu masalah lingkungan, maka para desainer interior diharapkan lebih menekankan "unsur manusiawi" dalam perancangannya. Sebab, rancangan ruang memang seharusnya lebih memikirkan manusia sebagai penggunanya.
Dalam kongres APSDA d Tanah Lot awal Oktober 2000, diangkatlah tema "Humanizing the Space". Dengan tema ini, diharapkan setiap desainer interior dalam berkarya wajib memberikan sentuhan manusiawi pada ruang hunian manusia. Sentuhan manusiawi ini antara lain dapat diwujudkan dalam pemilihan warna ruang yang sangat berkaitan dengan masalah psikologis manusia -- pengguna ruang tersebut.

Arsitektur Biologis

Salah satu upaya agar rancang bangun sebuah karya arsitektur senantiasa memperhatikan aspek lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas kehidupan adalah konsep arsitektur biologis. Istilah arsitektur biologis diperkenalkan oleh beberapa ahli bangunan, antara lain Prof. Mag.arch, Peter Schmid, Rudolf Doernach dan Ir. Heinz Frick. Arsitektur biologis berarti ilmu penghubung antara manusia dan lingkungannya secara keseluruhan. Arsitektur biologis mempelajari pengetahuan tentang hubungan integral antara manusia dan lingkungan hidup.
Ribuan tahun lamanya manusia telah berjuang untuk menguasai alam. Jiwa dan raganya tidak jarang dipertaruhkan. Setidak-tidaknya kini manusia telah mulai menguasai alam lewat bantuan teknologi. Teknologi modern merupakan alat yang dengan cepat dapat membantu mensejahterakan kehidupan manusia, dibandingkan teknologi di abad-abad sebelum terjadinya revolusi industri. Proses biologis dianggap terlalu lamban untuk bisa mensejahterakan kehidupan. Namun, teknologi modern ternyata menimbulkan efek-efek samping yang bersifat biologis, psikologis, maupun ekologis. Semua itu nantinya bisa menimbulkan ancaman bagi alam dan membahayakan kehidupan.
Di sinilah pentingnya pemahaman pengetahuan arsitektur dan lingkungan, yang bisa menyadarkan setiap insan untuk berpikir secara baru. Arsitektur dan pembangunan perumahan haruslah menuju keselarasan hubungan manusia, alam dan lingkungan hidupnya. Dalam hal ini, arsitektur biologis akan mempergunakan teknologi alamiah untuk menetrasi keadaan kritis alam yang sudah mulai terancam.

Penerapan Arsitektur Biologis

Melalui konsep arsitektur biologis, para arsitek diajak memahami rumah sebagai sebuah bangunan organis, untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Kualitas bangunan dengan bagian-bagian material dan rohani menentukan kualitas lingkungan hidup manusia. Bahan-bahan bangunan yang digunakan dalam mewujudkan arsitektur biologis adalah bahan-bahan bangunan dari alam. Bahan bangunan alam yang dapat dibudidayakan lagi, digunakan  dalam arsitektur biologis, seperti kayu, bambu, rumbia, alang-alang dan ijuk. Bahan bangunan alamiah yang dapat digunakan lagi menjadi bangun alamiah yang dapat digunakan lagi menjadi bangun arsitektural adalah tanah liat, tanah lempung dan batu alam. Sedangkan bahan bangunan alam yang diproses pabrik atau industri adalah batu artifisial yang dibakar (batu merah), genting flam, genting pres dan batu-batuan pres (batako).
Perencanaan arsitektur biologis senantiasa memperhatikan konstruksi yang sesuai dengan tempat bangunan itu berada. Teknologinya sederhana, bentuk bangunannya pun ditentukan oleh fungsi menurut kebutuhan dasar penghuni dan cara membangunnya. Bentuk bangunan ditentukan oleh rangkaian bahan bangunannya. Konstruksi bangunan yang digunakan ada yang bersifat masif (konstrtuksi tanah, tanah liat dan lempung), berkotak (konstruksi batu alam dan batu-batu merah), serta konstruksi bangunan rangka (kayu dan bambu). Atas dasar pengetahuan tentang bahan bangunan tersebut, akhirnya tercipta bentuk-bentuk bangunan yang berkaitan dengan sejarah arsitektur.

Sabtu, 15 November 2014

TUGAS ARSITEKTUR LINGKUNGAN
TUGAS 4


ISU /POTENSI ALAM MENJADI MODAL POKOK PERENCANANAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN

Arsitektur terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat dan budaya. Sudah banyak inovasi-inovasi bangunan yang dilakukan. Baik dalam hal material, cara membangun, maupun bentuk dari bangunan itu sendiri. Namun sayangnya banyak dari bangunan tersebut yang dibuat dengan tanpa memperhatikan aspek lingkungan untuk jangka panjang. Sehingga menjadi timbul masalah baru yang membawa dampak negatif kepada lingkungan itu sendiri.

Hal tersebut diperparah dengan kondisi iklim yang semakin memburuk dan dampaknya sudah sebagian dapat kita rasakan saat ini. Isu ini sudah berkembang menjadi isu global yang biasa kita dengar yaitu global warming.

Bila hal ini tidak dipikirkan bagaimana penyelesaiannya, entah apa yang akan terjadi pada bumi kita akibat perkembangan dalam bidang arsitektur khususnya. Oleh karena itu saat ini kita harus mulai bertindak! Arsitektur berkelanjutan atau yang biasa dikenal dengan Sustainable architecture lahir sebagai salah satu aksi yang harus kita lakukan untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan.

Arsitektur berkelanjutan memiliki banyak pengertian dari berbagai pihak. Beberapa diantaranya adalah pengertian yang dikutip dari buku James Steele, Suistainable Architecture adalah, ”Arsitektur yang memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang, dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, dari satu kawasan ke kawasan lain dan paling baik bila ditentukan oleh masyarakat terkait. ”

Secara umum, pengertian dari arsitektur berkelanjutan adalah sebuah konsep terapan dalam bidang arsitektur untuk mendukung konsep berkelanjutan, yaitu konsep mempertahankan sumber daya alam agar bertahan lebih lama, yang dikaitkan dengan umur potensi vital sumber daya alam dan lingkungan ekologis manusia, seperti sistem iklim planet, sistem pertanian, industri, kehutanan, dan tentu saja arsitektur. Kerusakan alam akibat eksploitasi sumber daya alam telah mencapai taraf pengrusakan secara global, sehingga lambat tetapi pasti, bumi akan semakin kehilangan potensinya untuk mendukung kehidupan manusia, akibat dari berbagai eksploitasi terhadap alam tersebut.

Arsitektur berkelanjutan merupakan konsekuensi dari komitmen internasional tentang pembangunan berkelanjutan, karena arsitektur berkaitan erat dan fokus perhatiannya kepada faktor manusia dengan menitikberatkan pada pilar utama konsep pembangunan berkelanjutan yaitu aspek lingkungan binaan dengan pengembangan lingkungannya, di samping pilar pembangunan ekonomi dan sosial.

Pembangunan berkelanjutan itu sendiri adalah suatu pola penggunaan sumber daya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia sambil menjaga lingkungan sehingga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi tidak hanya di masa kini, tetapi juga untuk generasi mendatang. Istilah ini digunakan oleh Komisi Brundtland yang menciptakan apa yang telah menjadi yang paling sering dikutip definisi pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Pembangunan berkelanjutan bersama-sama ikatan kepedulian terhadap kapasitas dari sistem alam dengan tantangan sosial kemanusiaan. Pada awal tahun 1970-an “keberlanjutan” adalah digunakan untuk menggambarkan suatu perekonomian “dalam kesetimbangan dengan dukungan ekologi dasar sistem.” Para ahli ekologi telah menunjuk ke The Limits to Growth, Dan disajikan alternatif yang “mapan ekonomi rangka mengatasi masalah-masalah lingkungan.

Bidang pembangunan berkelanjutan dapat secara konseptual dibagi menjadi tiga bagian-bagian penyusunnya: lingkungan keberlanjutan, ekonomi keberlanjutan dan sosial politik berkelanjutan.
Pada tahun 1987, Perserikatan Bangsa-Bangsa merilis Laporan Brundtland, yang mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai “pembangunan yang memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.”

Namun konsep “Pembangunan Berkelanjutan” ini juga menimbulkan beberapa kritik pada tingkat yang berbeda. Berbagai penulis komentar pada kontrol populasi agenda yang tampaknya mendasari konsep pembangunan berkelanjutan.
Maria Sophia Aguirre menulis:

“Pembangunan berkelanjutan adalah suatu pendekatan kebijakan yang telah memperoleh cukup banyak popularitas dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di kalangan internasional. Dengan melampirkan interpretasi spesifik untuk keberlanjutan, kebijakan pengendalian penduduk telah menjadi pendekatan pembangunan yang berlebihan, sehingga menjadi alat utama yang digunakan untuk “mempromosikan” pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang dan untuk melindungi lingkungan. ”

“Pembangunan berkelanjutan terus berevolusi seperti yang melindungi sumber daya dunia sementara agenda sejati untuk mengontrol sumber daya di dunia. Perlu dicatat bahwa Agenda 21 set up infrastruktur global diperlukan untuk mengelola, menghitung, dan mengendalikan semua aset di dunia. “


Perkembangan pembangunan sendiri saat ini, mengacu pada pembangunan yang ekologis, yaitu pembangunan yang memperhatikan lingkungan dan isu-isu global. Sehingga menimbulkan pembaharuan dalam bidang perancangan arsitektur. Berdasarkan kerusakan pada sumber daya alam dan kehilangan sumber penghidupan manusia secara global, maka kebutuhan dasar manusia berwawasan lingkungan harus disadari secara benar.

Tugas Arsitektur Lingkungan
Tugas 3

CONTOH BANGUNAN EKO ARSOTEKTUR

1.BCA SINGAPURA

Building and Construction Academy (BCA) telah memberi contoh bagaimana sebuah bangunan bisa disebut hijau (green). BCA membangun kembali gedungnya yang disebut BCA Academy hingga menjadi sebuah kompleks bangunan yang disebut zero energy building (ZEP) atau bangunan nol energi.

Disebut nol energi karena bangunan yang dirancang oleh DP Architect itu memproduksi energi untuk keperluan sehari-hari dengan menggunakan panel tenaga matahari. BCA Academy juga memanfaatkan kekayaan alam semaksimal mungkin.

Selain menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energi, mereka juga menampung air hujan untuk digunakan sebagai toilet. Hampir tidak ada sisi gedung yang tidak terkena sinar matahari sehingga menghemat penggunaan listrik untuk penerangan, terutama di siang hari.

Dibandingkan dengan gedung-gedung dengan kapasitas serupa, penggunaan energi di BCA Academy jauh lebih hemat. Berdasarkan tarif listrik 21,69 sen per kwh, bangunan ini berhasil menghemat pengeluaran hingga 84.000 dollar Singapura per tahun.

Sejumlah fitur menarik dari bangunan seluas 4.500 meter persegi itu antara lain sistem peneduh yang ditempatkan secara strategis sehingga bangunan terlindung dari terik matahari, namun interior bangunan tetap mendapat cahaya alami.

Di negara tropis, penggunaan energi listrik terbesar adalah untuk air conditioner. Para arsitek BCA menyiasati tingginya temperatur dengan tanaman rambat yang ditanam secara vertikal. Ada dua manfaat sekaligus dengan sistem ini, yaitu dinding terlindung dari paparan langsung sinar matahari sekaligus untuk menurunkan temperatur dalam ruangan.



 


2.GEDUNG PT DAHANA

Tanggal 20 Januari 2012, berlokasi di Subang Jawa Barat, GBC Indonesia menganugerahkan sertifikat resmi Green Building untuk yang pertama kalinya bagi sebuah bangunan baru. Gedung tersebut adalah gedung Energetic Material Centre, kantor manajemen pusat (Kampus) PT. Dahana (Persero). 

PT. Dahana sendiri adalah perusahaan BUMN yang bergerak di Industri bahan peledak untuk keperluan pertambangan. Sesuai dengan komitmen perusahaan yang menuju ke industri peledak yang semakin aman dan semakin menuju ke arah yang lebih ramah lingkungan, PT. Dahana berinisiatif untuk membangun sebuah bangunan dengan konsep Green Building.
Komponen eko arsitektur yang diterapkan di Dahana antara lain:
1. Konsumsi energi yang sangat rendah, yaitu 131 kWh/m2 per tahun. 
2. Sumber air menggunakan air sungai dengan pengolahan mandiri, air hujan, dan air kondensasi AC.
3. Pada siang hari tidak menggunakan lampu, dengan fitur lux sensor dan ditambah sensor gerak untuk mendeteksi keberadaan manusia. 
4. Penggunaan dual flush yang menggunakan air daur ulang. 
5. Penggunaan keran air sistem tekan yang dapat menutup sendiri.
6. Penyiraman tanaman dengan air daur ulang, dengan penyiraman sprinkler yang memiliki sensor kelembaban tanah agar pada saat hujan tidak perlu disiram. 
7. Fasiltas pedestrian yang teduh dari tanaman rambat hingga ke jalan utama
8. Zero run off, dengan mengalirkan air hujan ke kolam ikan di sekeliling bangunan, sisanya mengalir ke lansekap. 
9. Sumber tanaman adalah tanaman hasil budidaya di sekitar proyek
10. 60% dari luas area bangunan adalah area hijau (termasuk Green roof).
11. Menggunakan AC dengan refrigeran HFC yang ramah ozon
12. Penggunaan material ramah lingkungan, termasuk kayu yang bersertifikat legal, menggunakan prefab material.
13. Dilarang merokok di seluruh area gedung, termasuk pengawasan lebih dari satpam gedung. 
14. Ventilasi yang cukup, dengan sistem deteksi kadar CO2.
15. Perencanaan manajemen perawatan untuk menjaga kualitas Green Building agar tetap berkelanjutan.
16. Pemisahan sampah organik dan non-organik, diteruskan dengan pengomposan mandiri, kerjasama dengan pengepul setempat untuk sampah non-organik yang dapat didaur ulang, dan kerjasama dengan perusahaan pengolahan limbah B3. 
17. Kenyamanan adalah yang utama, dengan dilakukannya survey berkala kepada penghuni terkait kenyamanan gedung, serta sistem tindak lanjutnya. 
18. Adanya fasilitas parkir sepeda yang digunakan untuk transportasi pekerja dari rumah (mess) ke gedung, atau ke laboratorium lain. 
19. Gedung dibangun tahan gempa, sistem penanganan kebakaran yang ketat, dan memfasilitasi akses untuk penyandang cacat. 
20. 80% material bangunan berasal dari dalam negeri, ditambah dengan adanya sertifikat ISO 14001 pada pabrik material bangunan tersebut dari 32% seluruh material bangunan.


  




  
TUGAS ARSITEKTUR LINGKUNGAN
TUGAS 2

BANGUNAN HEMAT ENERGI

           Hemat energi adalah hal yang sangat dibutuhkan di era modern saat ini. Bicara tentang penghematan energi dari hal arsitektur, tentulah tak lepas dari segi bangunan. Bangunan zaman sekarang mulai bergeser dari yang namanya penghematan energi .  Semua mengutamakan aspek estetika tanpa menimbang dan memikirkan bahan bangunan yang dipergunakan . Padahal, jika dilihat efeknya tentu lebih banyak efek negatif yang ditimbulkan. Semakin banyak pemborosan energi , akan berdampak kurang baik untuk masa-masa yang akan datang. Perlu diketahui, bahwa masalah pemborosan energi secara umum sekitar 80% oleh faktor manusia dan 20% disebabkan oleh faktor teknis. Efisiensi energi penekanannya lebih ke demand side management (DSM), di masyarakat kadangkala efisiensi energi diartikan juga sebagai penghematan energi. 

            Menggunakan energi secara bijaksana bukan berarti penggunaan energi harus mengorbankan kenyamanan, misalnya membaca buku di ruangan gelap untuk menghemat lampu atau mematikan seluruh AC di gedung demi menghemat biaya listrik.  Hal ini juga mendesak kita untuk semakin kreatif dalam menciptakan inovasi-inovasi baru demi pengunaan energi yang efisien dan bijaksana.

Contoh tindakan yang menggunakan energi secara efisien adalah :
  1. Menggunakan lampu tipe compact fluorescent lamp (CFL) sebagai pengganti lampu pijar yang bisa menghemat penggunaan energi hingga 40% untuk menghasilkan intensitas cahaya yang sama,
  2. Memperbanyak jendela di langit-langit (skylights), sehingga bisa menghindari penggunaan lampu di siang hari.
  3. Menggunakan teknologi yang efisiensi energi,
  4. Mengaplikasikan teknologi proses produksi di industri yang hemat energi 

Berikut adalah contoh pengunaan bahan bangunan hemat energi di gedung  secara garis besar :
  1. Retrofitting Gedung
Proses merombak ulang sebuah bangunan, atau sebagai bagian dari bangunan yang telah dibangun, guna memaksimalkan performa gedung. Proses ini meliputi analisa kondisi gedung pada saat ini dan solusi yang memungkinkan gedung untuk beroperasi secara maksimal.Retrofitting ini juga meliputi beberapa pendekatan yang terdiri dari ilmu-ilmu yang berbeda seperti arsitektur, struktur gedung dapat dirombak agar lebih efisien misalnya dalam pemanfaatan cahaya alami, selain itu penempatan dinding yang strategis, langit cahaya alami di dalam ruangan. Sedangkan dari segi desain interior, penempatan furnitur dan pemilihan bahan bangunan juga mempengaruhi tingkat kenyamanan penggunaan gedung.


  1. Gedung harus memiliki sistem operasional dan peralatan yang juga hemat energi misalnya sistem HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning) yang efisien, pencahayaan alami yang maksimal serta peralatan yang hemat energi. 
  2. Desain gedung hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan. Atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden, green roof) yang memiliki nilai ekologis tinggi (suhu udara turun, pencemaran berkurang, ruang hijau bertambah).


Berikut adalah bahan bangunan hemat energi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari,
  1. Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan. 
  2. Kerangka bangunan utama dan atap, sekarang material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. illegal logging akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang .Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dari baja memiliki keunggulan yaitu lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.
  3. Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).                                      
  4. Bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan.
  5. Penggunaan keramik pada dinding menggeser wallpaper merupakan salah satu bentuk inovasi desain. Dinding keramik memberikan kemudahan dalam perawatan, pembersihan dinding (tidak perlu dicat ulang, cukup dilap), motif beragam dengan warna pilihan eksklusif dan elegan, serta menyuguhkan suasana ruang yang bervariasi.
  6. Fungsi setiap ruang dalam rumah berbeda-beda sehingga membuat desain dan bahan lantai menjadi beragam, seperti marmer, granit, keramik, teraso, dan parquet. Merangkai lantai tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal untuk tampil artistik.
  7. Konsep ramah lingkungan juga telah merambah ke dunia sanitasi. Septic tank dengan penyaring biologis (biological filter septic tank) berbahanfiberglass dirancang dengan teknologi khusus untuk tidak mencemari lingkungan, memiliki sistem penguraian secara bertahap, dilengkapi dengan sistem desinfektan, hemat lahan, antibocor atau tidak rembes, tahan korosi, pemasangan mudah dan cepat, serta tidak membutuhkan perawatan khusus.
  8. Penggunaan panel sel surya meringankan kebutuhan energi listrik bangunan dan memberikan keuntungan tidak perlu takut kebakaran, hubungan pendek (korsleting), bebas polusi, hemat      listrik, hemat biaya listrik, dan rendah perawatan. Panel sel surya diletakkan di atas atap, berada tepat pada jalur sinar matahari dari timur ke barat dengan posisi miring. Kapasitas panel sel surya harus terus ditingkatkan sehingga kelak dapat memenuhi kebutuhan energi listrik setiap bangunan.

Selasa, 30 September 2014

Tugas Arsitektur Lingkungan


TUGAS 1

KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT GEDUNG PENCAKAR LANGIT

             Di zaman modern seperti sekarang ini, perkembangan sebuah kota dapat dilihat dari banyaknya bangunan-bangunan tinggi contohnya gedung pencakar langit. Berdirinya gedung-gedung pencakar langit di suatu kota juga dapat menjadi ukuran pertumbuhan sosial dan budaya serta simbol dan gengsi di kota tersebut. Tumbuhnya gedung-gedung pencakar langit merupakan suatu kebutuhan pengadaan ruang aktivitas mengingat lahan yang tersedia terbatas sehingga dibuatlah ruang-ruang vertikal.
             Di kota seperti Jakarta banyaknya gedung-gedung pencakar langit dalam rangka pembangunan kota dan kepentingan ekonomi berakibat pada kolapsnya lingkungan Jakarta selama ini. Semua lahan ko­song di Ja­karta selalu diper­tanyakan nilai keun­tungannya dan dialihkan jadi wilayah de­ngan gedung-gedung pencakar la­ngit. Beragam faktor dituding jadi penyebab terancamnya kota Jakarta contohnya penurunan tanah (land subsidence). Salah satunya, akibat pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit yang tak ramah lingkungan.
                Pesatnya pembangunan gedung pencakar langit di Jakarta sudah meng­kha­watirkan. Sebab, sudah se­jak la­ma diketahui, struk­tur ta­nah di Jakarta hampir se­mua­nya terdiri dari tanah en­dapan yang dasar ponda­si­nya tidak terlalu kuat. Selain itu ber­tam­bahnya gedung pencakar langit berlawanan dengan penambahan ruang terbuka hijau.
               Banyak dampak yang ter­jadi dengan adanya gedung-gedung pencakar langit  itu. Selain ke­hilangan ruang terbuka hijau, juga terjadi pe­nyedotan air tanah berlebihan oleh ge­dung-gedung bertingkat. Sirkulasi udarapun terhambat karena polusi udara yang semakin meningkat terhalang oleh banyaknya gedung itu sendiri, Apalagi berkurangnya pepohonan akibat semakin sedikitnya ruang terbuka hijau di Jakarta ini.


Tanggapan dan Solusi
           Pembangunan gedung-gedung pencakar langit di Jakarta lebih banyak menimbulkan efek negatif daripada efek positif bagi lingkungan karena cara pembangunan yang kurang tepat sedangkan lahan di Jakarta semakin sempit dan terbatas. Bertambahnya gedung pencakar langit dan berkurangnya ruang hijau terbuka semakin membuat lingkungan didaerah Jakarta tidak sehat, dengan demikian tingkat kesehatan di Jakarta terus menurun setiap tahun jika tidak dibenahi tata cara pembangunannya.
          Solusi dari pencemaran pembangunan gedung-gedung ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi pembangunan di wilayah jakarta mungkin dibatasi setiap tahunnya dan juga melakukan pembangunan yang merata di tiap-tiap wilayah di Indonesia jadi tidak hanya terpusat di Jakarta contohnya di wilayah Kalimantan. Jika ingin membangun di wilayah Jakarta sebaiknya ditentukan jarak dari gedung satu dengan gedung lainnya dan diantara jarak tersebut dibuat ruang hijau terbuka.

Kamis, 12 Juni 2014

Kontradiksi Keputusan-keputusan Terhadap Kejahatan Narkoba

      Kasus penyalahgunaan narkoba semakin marak terjadi di Indonesia. Tindakan hukum yang tepat seharusnya diberikan kepada sang pelaku tindak kriminal tersebut. Akan tetapi baru-baru ini pemerintah membuat sebuah keputusan  yang bodoh dengan memberikan grasi kepada ratu marijuana asal australia Corby. Keputusan Presiden SBY ini dianggap sebuah kesalahan karena membiarkan begitu saja seorang yang telah menyelundupkan narkotika dibebaskan tanpa bersyarat begitu saja padahal sebelumnya Corby telah dihukum dengan hukuman yang sesuai. Langkah Presiden ini dinilai masyarakat tidak konsisten untuk memerangi narkoba. Seharusnya Presiden adil dalam mengambil sebuah keputusan, masih banyak rakyat kecil yang lebih membutuhkan keadilan daripada kasus besar seperti Corby ini. Entah apa yang ada di benak Pak SBY mungkin dia ingin menjalin hubungan baik dengan negara lain seperi australia padahal kita semua tahu bahwa australia telah menyadap indonesia. Dengan adanya kasus ini seharusnya pak SBY lebih berhati-hati lagi dan memikirkan tindakan sebelum memutuskan.
Pendapat Dan Solusi Penghindaran Pedofilia

    Pedofilia didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (pribadi dengan usia 16 atau lebih tua) biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak prapuber (umumnya usia 13 tahun atau lebih muda, walaupun pubertas dapat bervariasi). Anak harus minimal lima tahun lebih muda dalam kasus pedofilia remaja (16 atau lebih tua) baru dapat diklasifikasikan sebagai pedofilia. Prilaku pedofilia dianggap sebagai kejahatan di hampir semua negara. Namun tidak jelas kenapa sang pelaku bisa mengembangkan orientasi seksual kepada anak-anak. Saya pernah membaca bahwa Ilmuwan Jerman berupaya menelusuri penyebabnya. Dituliskan bahwa "Usia korban berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan pelaku" jadi semakin bodoh si pelaku semakin muda usia korban.Dari situ saya menyimpulkan penyebab utama penyakit pedofilia adalah gangguan mental, selain itu pedofilia bisa disebabkan oleh si pelaku yang mungkin mantan korban pedofilia.
     Solusi kasus pedofilia sudah banyak dilakukan di beberapa negara ialah dengan kebiri kimia. Kebiri kimia berbeda dengan metode kebiri fisik. Kebiri kimia tidak dilakukan dengan membedah atau mengamputasi testis.
Secara teknis, kebiri kimia dilakukan dengan memasukkan bahan kimia antiandrogen, baik melalui pil atau suntikan ke tubuh seseorang untuk memperlemah hormon testosteron. Secara sederhana, zat kimia yang dimasukkan ke dalam tubuh itu akan mengurangi bahkan menghilangkan libido atau hasrat seksual.
Kebiri kimia sering dianggap sebagai alternatif bagi hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati, karena pelaku kejahatan seksual bisa dibebaskan dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan kesempatan bagi mereka untuk melakukan kejahatan yang sama. Dengan adanya kasus jis dan Emon Pemerintah Indonesia berusaha merevisi hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dengan hukuman kebiri kimia tadi. Akan tetapi menurut saya hukuman yang paling tepat dan benar ialah hukum yang dianjurkan dalam islam. Salah satunya ialah hukuman mati. Alasannya kekerasan seksual ibarat permasalahan yang berantai dengan begitu menghukum mati pelaku sama saja memutus rantai masalah.

Minggu, 27 April 2014

Tanggapan Dan Jalan Keluar Untuk Lokalisasi

Tanggapan
Maraknya tindakan prostitusi di Indonesia membuat warga menjadi risau. Tindakan prostitusi tidak akan lepas dari yang namanya lokalisasi. Sebenarnya lokalisasi tidak akan ada jika tindakan prostitusi itu sendiri tidak ada sedangkan, tindakan prostitusi itu tidak akan ada jika pelaku tindakan tersebut tidak ada. Pelaku tindakan prostitusi terjebak dengan tuntutan biaya hidup dan kemewahan semata. Kurangnya pendidkan agama dan pengarahan membuat penyebab terbentuknya pelaku prostitusi seperti para PSK. Banyaknya tempat lokalisasi di Indonesia membuat para aparat kesulitan untuk memberantasnya, walau sudah diberantas mereka akan muncul kembali secara perlahan-lahan. Sebagai contoh beberapa tempat lokalisasi sudah dibubarkan oleh bang Yos dan dijadikan tempat islamic center. Akan tetapi mereka muncul kembali secara diam-diam dan tersembunyi.

Solusi
Seharusnya tempat lokalisasi ditutup oleh pemerintah dan tokoh-tokoh agama, dan para oknum tindakan prostitusi diberikan pengarahan agar tidak melakukan tindakan itu lagi, kalau perlu mereka diberikan pekerjaan yang halal. Itu hal paling lumrah yang sudah dilakukan pemerintah saat ini. Kalau mereka tidak berubah juga seharusnya pemerintah membuat peraturan agar para pelaku tindakan prostitusi diberikan hukuman penjara yang berat. Satu lagi, selain memberi jalan keluar tempat lokalisasi, seharusnya pelajaran agama harus ditekanan sejak dini agar tak terbentuk oknum-oknum pelaku tindakan prostitusi. Kalau semua hal tersebut gagal biarlah Allah SWT yang memberi pelajaran.

Seandainya Saya Jadi Caleg

             Seandainya saya jadi caleg, maka saya akan menjalankan sebuah program di bidang Pendidikan dan Kesehatan, karena 2 hal tersebut menurut saya merupakan masalah utama di Indonesia yang menyebabkan Bangsa Indonesia tertinggal dari bangsa lain dan terpuruk. dalam bidang kesehatan Indonesia bisa dibilang lemah pasalnya banyaknya rakyat miskin yang sangat sulit untuk bisa berobat dan mendapatkan jaminan kesehatan, oleh karena itu jika saya terpilih saya akan membuat proses jaminan kesehatan untuk rakyat miskin tidak ditunda-tunda seperti kebanyakan rumah sakit di Indonesia . Rakyat Indonesia yang sedang sakit bisa langsung mendapatkan biaya gratis. Sedangkan dalam bidang pendidikan saya akan meratakan seluruh sekolah menjadi standar nasional, mengingat daerah-daerah kecil di Indonesia belum mendapatkan pendidikan yang layak dan memadai, Tentunya seluruh biaya pendidikan gratis. Dengan program yang saya jalankan insya ALLAH bangsa Indonesia bisa maju ke arah yang lebih baik.

Tafsiran Lagu Populer Yang Menuliskan Lirik Indonesia

Dari Mata Sang Garuda


Coba berdiri di puncak gunung tertinggiTak sadarkah semua t'lah kita miliki
Dari mata sang garudaMemandang luas dari langit yang tinggiBersatulah untuk
IndonesiaKobarkan semangatmuKan ku bela sampai habis nafaskuJangan pernah menyerahSudah terlalu lama kita terlelapBangkit dan raih semua mimpi
Jangan lupakan darah dan keringatPemuda pemudi sebelum kitaTak kan tergantikan segala hartaJangan biarkan mereka mencuriSegala semua dari leluhur kitaBuka mata, hati, dan telingaSebelum semuanya sirna
Dari mata sang garudaMemandang luas dari langit yang tinggiBersatulah untuk
IndonesiaKobarkan semangatmuKan ku bela sampai habis nafaskuJangan pernah menyerahSudah terlalu lama kita terlelapBangkit dan raih semua mimpi
Indonesia dengarlah suarakuKan ku bawa sampai akhir langkahkuJangan pernah menyerahSudah terlalu lama kita terlelapMerah putih kan s'lalu di hati

        Dari lirik diatas tersirat makna yang mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dan berjuang untuk membela, mempertahankan, dan mengharumkan nama Indonesia. Dengan semua pemberian Allah Swt yang melimpah untuk negeri ini dan juga perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia seharusnya rakyat Indonesia dapat menjadi bangsa no.1 di dunia. Untuk itu lirik lagu ini mengajak kita untuk tidak pernah menyerah, terus berusaha, dan segera bangkit dari keterpurukan hanya untuk satu tujuan yaitu INDONESIA.

Senin, 31 Maret 2014

Deskripsi 1 Bunga Lambang Dari Provinsi Di Indonesia

Arti Lambang Provinsi Bengkulu


Lambang Provinsi Bengkulu


• Lambang Daerah Provinsi Bengkulu berbentuk tameng. 
• Ditengah-tengah terdapat tameng kecil yang di dalamnya berisikan setangkai padi dan setangkai kopi bersama daunnya. 
• Sedangkan ditengah-tengahnya terdapat bunga Rafllesia, rudus, cerana dan bintang baser. 
• Sebuah pita dengan bertuliskan : "BENGKULU".

• Makna Warna di dalam Lambang sebagai berikut:
• Hijau : Kesuburan,
• Biru : Kemakmuran,
• Merah : Dinamika Kegembiraan,
• Ungu : Ketenangan kedamaian,
• Kuning : Kejayaan.
• Warna hijau di atas tameng mencerminkan daerah pegunungan Bukit Barisan dengan tanahnya yang subur sebagai batas tanah daerah Provinsi Bengkulu sebelah Timur, warna biru berombak dengan 18 (delapan belas) gelombang berarti Laut dengan sumber kekayaan sebagai batas daerah Propnsi Bengkulu sebelah Barat.

• Dalam tameng kecil di sebelah kiri terdapat setangkai padi yang berwarna kuning. Buah padi bercelah 17 (tujuh belas) butir melambangkan tanggal 17. Disebelah kanan terdapat setangkai bunga kopi berwarna putih dan buah kopi berwarna hijau, bunga kopi berwarna putih dan buah kopi berjumlah 8 (delapan) melambangkan bulan Agustus. Tulang daun kopi bagian atas berjumlah 4 (empat) garis. bagian bawah berjumlah 5 (lima) garis melambangkan tahun 1945, arti keseluruhannya HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA ( 17 - 8 - 1945 ).

• Garis gelombang 18 (delapan batas) melambangkan tanggal 18, Daun kopi berjumlah 11 (sebelas) helai melambangkan bulan November, Bunga kopi setiap tangkai berjumlah 6 (enam) dan buah kopi setiap tangkai berjumlah 8 (delapan). Arti keseluruhannya adalah hari kelahiran Provinsi Bengkulu (18 November 1968).

• Buah Padi dan Kopi mencerminkan hasil utama di bidang pertanian dan perkebunan.
• Bunga raflesia Arnoldi sebagai suatu keistimewaan alam dearah Provinsi Bengkulu.
• Bingkai berwarna emas yang mengitari Lambang melukiskan salah satu sumber mineral di daerah Provinsi Bengkulu.
• Cerana melukiskan kebudayaan rakyat.
• Rudus 2 (dua) buah melambangkan kepahlawanan.
• Bintang besar dipertemuan ujung padi dan kopi melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.