Senin, 31 Maret 2014

Deskripsi 1 Bunga Lambang Dari Provinsi Di Indonesia

Arti Lambang Provinsi Bengkulu


Lambang Provinsi Bengkulu


• Lambang Daerah Provinsi Bengkulu berbentuk tameng. 
• Ditengah-tengah terdapat tameng kecil yang di dalamnya berisikan setangkai padi dan setangkai kopi bersama daunnya. 
• Sedangkan ditengah-tengahnya terdapat bunga Rafllesia, rudus, cerana dan bintang baser. 
• Sebuah pita dengan bertuliskan : "BENGKULU".

• Makna Warna di dalam Lambang sebagai berikut:
• Hijau : Kesuburan,
• Biru : Kemakmuran,
• Merah : Dinamika Kegembiraan,
• Ungu : Ketenangan kedamaian,
• Kuning : Kejayaan.
• Warna hijau di atas tameng mencerminkan daerah pegunungan Bukit Barisan dengan tanahnya yang subur sebagai batas tanah daerah Provinsi Bengkulu sebelah Timur, warna biru berombak dengan 18 (delapan belas) gelombang berarti Laut dengan sumber kekayaan sebagai batas daerah Propnsi Bengkulu sebelah Barat.

• Dalam tameng kecil di sebelah kiri terdapat setangkai padi yang berwarna kuning. Buah padi bercelah 17 (tujuh belas) butir melambangkan tanggal 17. Disebelah kanan terdapat setangkai bunga kopi berwarna putih dan buah kopi berwarna hijau, bunga kopi berwarna putih dan buah kopi berjumlah 8 (delapan) melambangkan bulan Agustus. Tulang daun kopi bagian atas berjumlah 4 (empat) garis. bagian bawah berjumlah 5 (lima) garis melambangkan tahun 1945, arti keseluruhannya HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA ( 17 - 8 - 1945 ).

• Garis gelombang 18 (delapan batas) melambangkan tanggal 18, Daun kopi berjumlah 11 (sebelas) helai melambangkan bulan November, Bunga kopi setiap tangkai berjumlah 6 (enam) dan buah kopi setiap tangkai berjumlah 8 (delapan). Arti keseluruhannya adalah hari kelahiran Provinsi Bengkulu (18 November 1968).

• Buah Padi dan Kopi mencerminkan hasil utama di bidang pertanian dan perkebunan.
• Bunga raflesia Arnoldi sebagai suatu keistimewaan alam dearah Provinsi Bengkulu.
• Bingkai berwarna emas yang mengitari Lambang melukiskan salah satu sumber mineral di daerah Provinsi Bengkulu.
• Cerana melukiskan kebudayaan rakyat.
• Rudus 2 (dua) buah melambangkan kepahlawanan.
• Bintang besar dipertemuan ujung padi dan kopi melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Deskripsi Tokoh Wayang

1. Yudhistira (Puntadewa/Satria Pembarep/ksatria Tertua)



Yudhistira merupakan sulung dari para Pandawa, Dia memiliki sifat jujur, adil, sabar, taat, dan penuh percaya diri. dikisahkan juga bahwa selama hidupnya, Yudhistira tidak pernah berbohong. Yudhistira mahir menggunakan tombak sebagai alat perang. Dikisahkan juga bahwa setelah perang Barathayuda, Yudhistira adalah pemegang tahta kerajaan Hastinapura. Yudhistira mempunyai senjata "Jimat Kalimasada", alih bahasa dari kalimat syahadat, yaitu sebuah kalimat utama dalam agama islam. Kalimat tersebut berisi pengakuan tentang adanya Tuhan yang Maha Tunggal, serta Nabi Muhammad sabagai utusan-Nya.

Tentang Kalimasada :
Menurut pendapat tersebut, istilah Kalimasada diciptakan oleh Sunan Kalijaga, salah seorang penyebar agama islam dipulau Jawa pada abad ke-16. Konon, Sunan Kalijaga menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah, antara lain ia memasukan istilah Kalimat Syahadat ke dalam  dunia pewayangan. Namun pendapat lain mengatakan bahwa sebelum datangnya agama islam, sitilah Kalimasada sudah dikenal dalam kesustraan jawa. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh Dr. Kuntar Wiryamartana SJ. IStilah Kalimasada bukan berasal dari kata Kalimat Syahadat, melainkan berasal dari kalimat Kalimahoaddha.
Istilah Kalimahosaddha ditemukan dalam naskah kakawin Bharatayudha yang ditulis pada tahun 1157 atau abad ke-12, pada masa pemerintahan Maharaja Jayabhaya dikerajaan Kediri. Istilah tersebut jika dipilah menjadi Kali-Maha-Usaddha, yang bermakna "obat mujarab Dewi Kali". Kakawain Bharatayuddha mengisahkan perang besar antara keluarga Pandawa melawan Korawa. Pada hari ke-18 panglima pihak Korawa yang bernama Salya bertempur melawan Yudhistira. Yudhistira melemparkan kitab pusakanya yang bernama pusaka Kalimahosaddha ke arah Salya. Kitab tersebut berubah menjadi tombak yang menembus dada Salya.

Dari Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa istilah  Kalimahosaddha sudah dikenal masyarakat Jawa sejak beberapa abad sebelum munculnya Sunan kalijaga. Mungkin yang terjadi adalah Sunan Kalijaga memadukan istilah Kalimahosaddha dengan kalimat Syahadat menjadi kalimasada sebagai sarana untuk berdakwah. Tokoh ini memang terkenal sebagai ulama sekaligus budayawan di Tanah Jawa, oleh karena itu Yudhistira  merupakan gambaran Rukun Islam yang pertama yaitu Dua Kalimat Syahadat (karena disebutkan bahwa dia mempunyai Jimat Kalimasada.

Deskripsi Pahlawan Nasional

KH. Ahmad Dahlan



Biografi KH. Ahmad DahlanKyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868, Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana 'Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).

Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.

Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta.

Dengan maksud mengajar agama, pada tahun 1909 Kiai Dahlan masuk Boedi Oetomo - organisasi yang melahirkan banyak tokoh-tokoh nasionalis. Di sana beliau memberikan pelajaran-pelajaran untuk memenuhi keperluan anggota. Pelajaran yang diberikannya terasa sangat berguna bagi anggota Boedi Oetomo sehingga para anggota Boedi Oetomo ini menyarankan agar Kiai Dahlan membuka sekolah sendiri yang diatur dengan rapi dan didukung oleh organisasi yang bersifat permanen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari nasib seperti pesantren tradisional yang terpaksa tutup bila kiai pemimpinnya meninggal dunia.
Saran itu kemudian ditindaklanjuti Kiai Dahlan dengan mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Muhammadiyah pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330). Organisasi ini bergerak di bidang kemasyarakatan dan pendidikan. Melalui organisasi inilah beliau berusaha memajukan pendidikan dan membangun masyarakat Islam.

Madrasah Muhammadiyah Pertama
Bagi Kiai Dahlan, Islam hendak didekati serta dikaji melalui kacamata modern sesuai dengan panggilan dan tuntutan zaman, bukan secara tradisional. Beliau mengajarkan kitab suci Al Qur'an dengan terjemahan dan tafsir agar masyarakat tidak hanya pandai membaca ataupun melagukan Qur'an semata, melainkan dapat memahami makna yang ada di dalamnya. Dengan demikian diharapkan akan membuahkan amal perbuatan sesuai dengan yang diharapkan Qur’an itu sendiri. Menurut pengamatannya, keadaan masyarakat sebelumnya hanya mempelajari Islam dari kulitnya tanpa mendalami dan memahami isinya. Sehingga Islam hanya merupakan suatu dogma yang mati.

Di bidang pendidikan, Kiai Dahlan lantas mereformasi sistem pendidikan pesantren zaman itu, yang menurutnya tidak jelas jenjangnya dan tidak efektif metodenya lantaran mengutamakan menghafal dan tidak merespon ilmu pengetahuan umum. Maka Kiai Dahlan mendirikan sekolah-sekolah agama dengan memberikan pelajaran pengetahuan umum serta bahasa Belanda. Bahkan ada juga Sekolah Muhammadiyah seperti H.I.S. met de Qur'an. Sebaliknya, beliau pun memasukkan pelajaran agama pada sekolah-sekolah umum. Kiai Dahlan terus mengembangkan dan membangun sekolah-sekolah. Sehingga semasa hidupnya, beliau telah banyak mendirikan sekolah, masjid, langgar, rumah sakit, poliklinik, dan rumah yatim piatu.

Kegiatan dakwah pun tidak ketinggalan. Beliau semakin meningkatkan dakwah dengan ajaran pembaruannya. Di antara ajaran utamanya yang terkenal, beliau mengajarkan bahwa semua ibadah diharamkan kecuali yang ada perintahnya dari Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengajarkan larangan ziarah kubur, penyembahan dan perlakuan yang berlebihan terhadap pusaka-pusaka keraton seperti keris, kereta kuda, dan tombak. Di samping itu, beliau juga memurnikan agama Islam dari percampuran ajaran agama Hindu,

Budha, animisme, dinamisme, dan kejawen.

Di bidang organisasi, pada tahun 1918, beliau membentuk organisasi Aisyiyah yang khusus untuk kaum wanita. Pembentukan organisasi Aisyiyah, yang juga merupakan bagian dari Muhammadiyah ini, karena menyadari pentingnya peranan kaum wanita dalam hidup dan perjuangannya sebagai pendamping dan partner kaum pria. Sementara untuk pemuda, Kiai Dahlan membentuk Padvinder atau Pandu - sekarang dikenal dengan nama Pramuka - dengan nama Hizbul Wathan disingkat H.W. Di sana para pemuda diajari baris-berbaris dengan genderang, memakai celana pendek, berdasi, dan bertopi. Hizbul Wathan ini juga mengenakan uniform atau pakaian seragam, mirip Pramuka sekarang.

Novel Sang Pencerah Ahmad Dahlan
Pembentukan Hizbul Wathan ini dimaksudkan sebagai tempat pendidikan para pemuda yang merupakan bunga harapan agama dan bangsa. Sebagai tempat persemaian kader-kader terpercaya, sekaligus menunjukkan bahwa Agama Islam itu tidaklah kolot melainkan progressif. Tidak ketinggalan zaman, namun sejalan dengan tuntutan keadaan dan kemajuan zaman.
Karena semua pembaruan yang diajarkan Kyai Dahlan ini agak menyimpang dari tradisi yang ada saat itu, maka segala gerak dan langkah yang dilakukannya dipandang aneh. Sang Kiai sering diteror seperti diancam bunuh, rumahnya dilempari batu dan kotoran binatang.

Ketika mengadakan dakwah di Banyuwangi, beliau diancam akan dibunuh dan dituduh sebagai kiai palsu. Walaupun begitu, beliau tidak mundur. Beliau menyadari bahwa melakukan suatu pembaruan ajaran agama (mushlih) pastilah menimbulkan gejolak dan mempunyai risiko. Dengan penuh kesabaran, masyarakat perlahan-lahan menerima perubaban yang diajarkannya.
Tujuan mulia terkandung dalam pembaruan yang diajarkannya. Segala tindak perbuatan, langkah dan usaha yang ditempuh Kiai ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Islam itu adalah Agama kemajuan. Dapat mengangkat derajat umat dan bangsa ke taraf yang lebih tinggi. Usahanya ini ternyata membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Banyak golongan intelektual dan pemuda yang tertarik dengan metoda yang dipraktekkan Kiai Dahlan ini sehingga mereka banyak yang menjadi anggota Muhammadiyah. Dalam perkembangannya, Muhammadiyah kemudian menjadi salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia.

Melihat metoda pembaruan KH Ahmad Dahlan ini, beliaulah ulama Islam pertama atau mungkin satu-satunya ulama Islam di Indonesia yang melakukan pendidikan dan perbaikan kehidupan um’mat, tidak dengan pesantren dan tidak dengan kitab karangan, melainkan dengan organisasi. Sebab selama hidup, beliau diketahui tidak pernah mendirikan pondok pesantren seperti halnya ulama-ulama yang lain. Dan sepanjang pengetahuan, beliau juga konon belum pernah mengarang sesuatu kitab atau buku agama.

Logo Muhammadiyah
Muhammadiyah sebagai organisasi tempat beramal dan melaksanakan ide-ide pembaruan Kiai Dahlan ini sangat menarik perhatian para pengamat perkembangan Islam dunia ketika itu. Para sarjana dan pengarang dari Timur maupun Barat sangat memfokuskan perhatian pada Muhammadiyah. Nama Kiai Haji Akhmad Dahlan pun semakin tersohor di dunia.
Dalam kancah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, peranan dan sumbangan beliau sangatlah besar. Kiai Dahlan dengan segala ide-ide pembaruan yang diajarkannya merupakan saham yang sangat besar bagi Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20.

Kiai Dahlan menimba berbagai bidang ilmu dari banyak kiai yakni KH. Muhammad Shaleh di bidang ilmu fikih; dari KH. Muhsin di bidang ilmu Nahwu-Sharaf (tata bahasa); dari KH. Raden Dahlan di bidang ilmu falak (astronomi); dari Kiai Mahfud dan Syekh KH. Ayyat di bidang ilmu hadis; dari Syekh Amin dan Sayid Bakri Satock di bidang ilmu Al-Quran, serta dari Syekh Hasan di bidang ilmu pengobatan dan racun binatang.

Makam KH Ahmad Dahlan
Pada usia 66 tahun, tepatnya pada tanggal 23 Februari 1923, Kiai Haji Akhmad Dahlan wafat di Yogyakarta. Beliau kemudian dimakamkan di Karang Kuncen, Yogyakarta. Atas jasa-jasa Kiai Haji Akhmad Dahlan maka negara menganugerahkan kepada beliau gelar kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut dituangkan dalam SK Presiden RI No.657 Tahun 1961, tgl 27 Desember 1961.

Kembalikan Indonesiaku Ke Indonesia

            "Kembalikan Indonesiaku Ke Indonesia" kalimat ini menjelaskan perbedaan yang sangat berarti antara Indonesia jaman dulu dan sekarang. Sebagai contoh : 
Di jaman dulu indonesia merupakan Nomor Satu di Asia Tenggara,dari segi militer dan juga segi ekonomi.
Sebagai contoh Bangsa ini pernah menjadi SUPERPOWER nya Asia Tenggara di tahun 1961.Di saat operasi TRIKORA Indonesia memiliki pesawat-pesawat canggih seperti jet mig 21"fishbed",bomber TU-16 tupolev,dan lain-lain.
Dari segi ekonomi bangsa ini pernah di juluki Macan Asia,karena ekonomi Indonesia terbesar di asia tenggara dan salah satu terbesar di benua Asia.
Sedangkan pada jaman sekarang contoh kecilnya ialah indonesia menjadi negara korupsi ke-4 di dunia.

Atas dasar ini saya akan membahas 3 hal yang menyebabkan hilangnya "JATI DIRI BANGSA "
 1.Budaya Asing Yang Pintar
    Budaya Asing yang pintar disini bukan berarti budaya asing lebih hebat dari budaya kita, akan tetapi     pintarnya cara warga Asing memasukkan secara perlahan-lahan budaya mereka.
2.Masyarakat yang di "BODOHI" budaya Asing
    Terkait dengan hal pertama, masuknya budaya asing secara perlahan membuat kita melupakan          budaya sendiri. Secara perlahan tetapi PASTI otak kita telah tercuci oleh budaya-budaya asing itu        dan akhirnya kita melupakan budaya sendiri bahkan yang lebih parah bisa tak mengenali budaya       sendiri.
3.Pemerintah yang BODOH
   Masuknya budaya asing dengan begitu mudah sebagian besar merupakan kesalahan pemerintah      yang tidak melarang budaya asing itu untuk masuk. Kehancuran rakyat Indonesia tidak terlepas dari    peranan pemerintah, kemiskinan merajalela disebabkan oleh kerakusan dan ketamakan para            pemerintah yang memakan uang rakyat.


Oleh karena itu saya mempunyai sedikit pendapat bagaimana cara mengembalikan Indoseiaku ke Indonesia.
1.Jumlah suku terbanyak di dunia
   Suku di Indonesia menjadi yang terbanyak di dunia hal ini menyebabkan keberagaman budaya yang    sangat tinggi. Budaya yang beragam seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Masalah utama    Budaya Indonesia terlupakan adalah banyaknya budaya asing yang masuk yang menyebabkan    kecintaan masyarakat Indonesia terhadap budayanya semakin menipis.

Solusi saya adalah kita harus mengurangi pengaruh kebudayaan asing atau secara kasarnya "MEMBENCI" segala jenis budaya asing yang masuk dan kita harus mulai mencintai budaya kita dengan cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari contoh yang paling sederhana ialah memakai batik.
selain itu seharusnya program acara televisi yang berbau budaya luar dikurangi dan lama-lama dihilangkan, sebagai penggantinya pemilik tv swasta dapat membuat sebuah chanel sendiri untuk kebudayaan kita.

2.Berada tepat di garis khatulistiwa
  Indonesia berada dibawah garis khatulistiwa yang membuat tanaman tumbuh dengan subur dan    dianugrahi dengan pemandangan yang luar biasa. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik  untuk menjadikan indonesia maju di bidang pariwisata dan ekonomi.

3.Jumlah Penduduk terbanyak ke-4 di dunia
  Tak dipungkiri lagi jumlah penduduk di Indonesia begitu banyak, tetapi mengapa NEGERI ini sulit    untuk maju ?
 Saya kira faktor utama kegagalan Indonesia maju adalah dari sektor pendidikan, jika saja pendidikan  di negeri ini merata dengan sangat baik serta kesadaran diri ingin maju dari setiap individu maka  saya yakin indonesia bisa lebih maju dari sekarang, asalkan hal itu dibarengi dengan berkurangnya  bahkan hilangnya para pemerintah yang BODOH tadi.

Setelah Indonesia kita telah kembali, saya ingin menambahkan saran agar bangsa Indonesia dapat "MENDUNIA"
1.Menyesuaikan Perkembangan Zaman
Keanekaragaman Budaya Indonesia akan lebih baik jika disesuaikan dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman
2.Inovasi
KIta harus berani berinovasi dengan kelebihan budaya yang dimiliki oleh bangsa kita
3.Sistem Pendidikan
Pemerintah  bisa memberikan pelajaran tambahan dan ekstrakulikuler mengenai budaya pada setiap tingkat pendidikan di Indonesia.
4.Mengeksplor Kebudayaan lokal
Dengan sering mengikuti kegiatan atau pentas seni bertaraf Internasional kita sudah memperkenalkan kebudayaan kita di kancah Dunia
 Demikian sedikit keluhan-keluhan dan juga pesan saya untuk "MENGEMBALIKAN INDONESIA KITA KE INDONESIA"
mungkin tulisan saya ini tak akan berguna, akan tetapi seseorang yang mempunyai kesadaran,kecintaan,serta lebih memahami budaya sendiri dari pada budaya asing dialah orang INDONESIA SESUNGGUHNYA.