1. Yudhistira (Puntadewa/Satria Pembarep/ksatria Tertua)

Yudhistira merupakan sulung dari para Pandawa, Dia memiliki sifat jujur, adil, sabar, taat, dan penuh percaya diri. dikisahkan juga bahwa selama hidupnya, Yudhistira tidak pernah berbohong. Yudhistira mahir menggunakan tombak sebagai alat perang. Dikisahkan juga bahwa setelah perang Barathayuda, Yudhistira adalah pemegang tahta kerajaan Hastinapura. Yudhistira mempunyai senjata "Jimat Kalimasada", alih bahasa dari kalimat syahadat, yaitu sebuah kalimat utama dalam agama islam. Kalimat tersebut berisi pengakuan tentang adanya Tuhan yang Maha Tunggal, serta Nabi Muhammad sabagai utusan-Nya.
Tentang Kalimasada :
Menurut pendapat tersebut, istilah Kalimasada diciptakan oleh Sunan Kalijaga, salah seorang penyebar agama islam dipulau Jawa pada abad ke-16. Konon, Sunan Kalijaga menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah, antara lain ia memasukan istilah Kalimat Syahadat ke dalam dunia pewayangan. Namun pendapat lain mengatakan bahwa sebelum datangnya agama islam, sitilah Kalimasada sudah dikenal dalam kesustraan jawa. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh Dr. Kuntar Wiryamartana SJ. IStilah Kalimasada bukan berasal dari kata Kalimat Syahadat, melainkan berasal dari kalimat Kalimahoaddha.
Istilah Kalimahosaddha ditemukan dalam naskah kakawin Bharatayudha yang ditulis pada tahun 1157 atau abad ke-12, pada masa pemerintahan Maharaja Jayabhaya dikerajaan Kediri. Istilah tersebut jika dipilah menjadi Kali-Maha-Usaddha, yang bermakna "obat mujarab Dewi Kali". Kakawain Bharatayuddha mengisahkan perang besar antara keluarga Pandawa melawan Korawa. Pada hari ke-18 panglima pihak Korawa yang bernama Salya bertempur melawan Yudhistira. Yudhistira melemparkan kitab pusakanya yang bernama pusaka Kalimahosaddha ke arah Salya. Kitab tersebut berubah menjadi tombak yang menembus dada Salya.
Dari Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa istilah Kalimahosaddha sudah dikenal masyarakat Jawa sejak beberapa abad sebelum munculnya Sunan kalijaga. Mungkin yang terjadi adalah Sunan Kalijaga memadukan istilah Kalimahosaddha dengan kalimat Syahadat menjadi kalimasada sebagai sarana untuk berdakwah. Tokoh ini memang terkenal sebagai ulama sekaligus budayawan di Tanah Jawa, oleh karena itu Yudhistira merupakan gambaran Rukun Islam yang pertama yaitu Dua Kalimat Syahadat (karena disebutkan bahwa dia mempunyai Jimat Kalimasada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar